Tiga Mutiara Kehidupan dari buku “Dua Kodi Kartika”

Mencoba menulis sedikit review serta inspirasi yang didapat dari buku karya kang rendy saputra (CEO Keke Busana), Alhamdulillah pada pesta akbar pameran buku yang konon katanya terbesar di asia tenggara (Islamic Book Fair ) kemaren bisa dua kali mengikuti acaranya kang rendy ini, yang pertama adalah di panggung utama istora saat launching bukunya, dan yang kedua adalah diruang anggrek saat materi “Keke Business Lesson”.

Saya pribadi sebenarnya sudah membaca karya beliau sejak tahun lalu, yaitu dari buku keduanya “Keke Business Lesson” dan jujur memang banyak insight-insight berharga dari bukunya, karena buku “Keke Business Lesson” ini jugalah saya jadi penasaran dengan buku beliau yang berjudul “Dua Kodi Kartika” yang isinya adalah catatan-catatan pembelajaran penuh hikmah dan bertabur inspirasi dari perjalanan panjang bisnis “Keke Busana”.

Ditulisan kali ini, InsyaAllah saya akan mencoba membagi sedikit inspirasi yang didapat dari buku dua kodi kartika ini, sebenarnya 40 kisah pembelajaran didalam buku ini sangat menginspirasi semua, namun tentu saya tidak akan tulis ke 40nya, karena itu sama saja dengan saya menyalin isi bukunya hehe. Cukup tiga saja yang akan saya bagikan dalam tulisan kali ini, tiga hal tersebut saya namakan ” Tiga Mutiara Kehidupan”.

1. Mutiara yang pertama adalah “Selangkah-selangkah sampai”

Di akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang yang katanya motivator, inspirator dengan berbagai gelar serta julukannya mengajak kita untuk mengejar sukses secara cepat, secara instan, lebih cepat lebih baik. Selain itu juga berjamur berbagai jenis “money game” berkedok investasi bisnis yang menawarkan investasi dengan keuntungan berlipat-lipat. Tak ayal masyarakatpun berbondong-bondong untuk ikut investasi bodong ini, jual tanah, jual rumah jual demi mengikuti investasi tersebut, alasannya tak lain tak bukan adalah mengharapkan keuntungan berlipat-lipat yang dijanjikan.

Kaya instan, sukses cepat menjadi kata yang sangat magnetis bagi hampir semua orang hari ini, bahkan salah satu guru saya sambil berseloroh mengatakan Jika anda ingin kaya instan maka juallah bagaimana caranya untuk kaya instan”Sementara realita dilapangan menunjukkan kalau tidak bisa semudah itu untuk sukses, tak bisa se-instan itu, banyak orang-orang yang awalnya ingin sukses dan kaya instan hasilnya menuai kekecewaan, uang hilang, harta habis dan berbagai jenis penyesalan tentu muncul.

Di buku Dua Kodi Kartika khususnya bagian “Selangkah-selangkah sampai” di jelaskan kalau kesuksesan itu butuh proses, selangkah-selangkah sampai begitu istilah dari bunda tika, mengukur antara impian dengan realita yang ada, mengukur diri dengan kapasitas yang dipunya. Belajar menikmati proses, menyempurnakan ikhtiar dan menjalaninya dengan penuh kesabaran InsyaAllah Allah yang akan menyampaikannya.

Banyak orang yang ingin sukses tapi hanya sedikit yang benar-benar bisa melewati prosesnya dengan penuh kesabaran dan kebanyakan lainnya hanya berharap sukses secara instan dengan jalan pintas.

“Generasi INTAN lahir dari jalan yang PANTAS sementara generasi INSTAN lahir dari jalan PINTAS”

2. Mutiara Kehidupan yang kedua adalah “Hari ini selesai apa ?”

Bekerja diatas rata-rata, itulah karakter dari keke busana, tidak mengherankan jika perusahaan ini tumbuh dan terus berkembang dengan ribuan jaringan diseluruh indonesia. Selalu bisa menghadirkan produk terbaik yang memuaskan pelanggannya. Bekarja lebih awal dari yang lain, berhenti lebih akhir, mengisi setiap waktu tanpa ada waktu yang terbuang dan mengerjakan pekerjaan tanpa nanti-nanti, itulah nilai-nilai yang bunda tika ajarkan pada kita dibagian ini.

Diakui atau tidak menunda-nunda pekerjaan sudah jadi kebiasaan buruk bagi kita, mengerjakan sesuatu ketika sudah mepet deadline istilah mahasiswanya SKS (Sistem Kebut Semalam). Membuang-membuang waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti main game yang terlalu lama, berselancar di internet tanpa kejelasan, bermalas-malasan serta tidur terlalu banyak. Untuk itu jika kita ingin serius untuk benar-benar sukses maka manfaatkanlah waktu kita sebaik-baiknya jangan menunda dan kerjakan sekarang juga.

“Orang arab bilang waktu adalah pedang…

Orang barat bilang waktu adalah uang…

Sementara bagi kita sebagai umat muslim waktu adalah ibadah, maka manfaatkanlah sebaik-baik mungkin tanpa ada yang disia-siakan..”

3. Mutiara Ketiga adalah “Pikirkan Orang Bojong”

“Orang yang hidup untuk dirinya sendiri akan kerdil, sementara orang yang hidup untuk banyak orang akan kekal” 

(Sayyid Quthb)

Sudah jadi ciri khas dari perusahaan-perusahaan sukses yang melegenda selalu ada energi besar dibaliknya, ada alasan kuat kenapa ia harus terus bertumbuh, kenapa ia harus selalu lebih baik dari hari ke hari. Alasan kuat inilah yang menghasilkan energi besar bagi para penggeraknya. Ada orang yang alasan bergeraknya adalah uang, ada juga yang alasan kuatnya karena keluarga dan banyak lagi alasan-alasan lainnya. Sementara Bunda Tika menjadikan orang-orang bojong menjadi salah satu alasan bagi keke agar terus bertumbuh.

Ya, orang-orang bojong menjadi energi yang melahirkan kekuatan tersendiri bagi keke busana dan penggeraknya. Ingin hadir sebagai solusi bagi kesulitan ekonomi masyarakat bojong, keke busana hadir menjadi suluh penerang bagi kehidupan ekonomi masyarakat bojong. Banyak ibu-ibu yang telah merasakan dampak kebermanfaatan dari hadirnya keke busana. Dalam buku Dua Kodi kartika dijelaskan bagaima bunda tika selalu memikirkan setiap keputusan yang dia ambil dalam bisnis serta dampaknya bagi kehidupan bojong. Dibagian ini kita melihat bagaimana berbisnis tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi juga lingkungan kita, masyarakat sekitar kita.

Kurang lebih itu tiga mutiara kehidupan dari buku dua kartika, jika anda ingin mendapatkan banyak mutiara atau mungkin berlian inspirasi dalam bukunya segera miliki. Buku-bukunya bisa didapatkan di gramedia seluruh indonesia.

2 thoughts to “Tiga Mutiara Kehidupan dari buku “Dua Kodi Kartika””

  1. Terima Kasih atas reviewnya, Jadi kepengen baca bukunya Kang Rendy yang ini…
    Yang bikin jleb banget :
    “Generasi INTAN lahir dari jalan yang PANTAS sementara generasi INSTAN lahir dari jalan PINTAS”
    Yuk mari “selangkah-selangkah sampai” gapai cita dunia dan akhirat, insha allah..
    Salam kenal ya…

  2. Mengenal Rendy sejak dia masih di SMA.
    tapi, mungkin gak kenal saya.
    Mengagumi anak SMA yg bisa aktif wira-wiri dengan cara yg dewasa.

    Sudah kelihatan sukses sejak lama. Dan makin terlihat suksesnya. Berkah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *