Nikmat Terbesar dari Allah SWT…

 

a
Masukkan keterangan

 

Ketika Allah menganugrahimu ketaatan dan engkau merasa cukup dengan-NYA, berarti Dia telah mencurahkan nikmat-NYA, lahir dan batin. (Ibnu Atha “Illah al-Iskandari)

Salah satu sifat dari manusia adalah selalu berkeluh kesah, selalu meratapi kekurangan dan tak pernah merasa cukup atas nikmat-nikmat yang Allah karuniakan. Sehingga hal ini berujung manusia tersebut tak pernah merasa bahagia di dunia ini, tidak mendapatkan ketenangan.

Sibuk pagi hingga petang, kerja pontang-panting untuk mengejar dunia, mengejar harta, hingga semua didapat. Pertanyaan sederhananya adalah apakah ini termasuk nikmat Allah?, jika iya apakah kita sudah menikmatinya?. Coba tanya pada mereka para pengejar dunia sudahkah mereka merasa menikmati hartanya?. Hampir semua bagi mereka yang hanya berfokus mengejar dunia tidak merasakan nikmatnya harta. Tidak merasakan ketetangan hidup , kenapa? karena hal itu tak dibarengi dengan ketaatan padaNYA.

Ibnu Atha ‘Illah ketika Allah menganugarahi ketaatan pada kita, maka disaat itu Allah mencurahkan nikmatnya pada kita semua. Allah gerakkan tubuh kita untuk bangun diwaktu subuh untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah ke masjid itu nikmat Allah, Allah gerakkan hati kita untuk selalu rindu membersamai ayat-ayat Alquran itu nikmat Allah, Allah buat hati kita meringis dan menangis ketika mendengar lantunan ayat-ayat sucinya itu nikmat dari Allah, Allah gerakkan diri, hati dan pikiran kita mencari nafkahnya dengan cara yang halal, cara yang Allah ridhoi itu adalah nikmat dari Allah SWT. Allah gerakkan hati dan tubuh kita untuk membelanjakan harta kita dijalan Allah maka itu adalah nikmat dari Allah swt.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Sejatinya nikmat dari Allah harus kita syukuri, begitu jugalah dengan nikmat ketaatan yang telah Allah karuniakan pada kita,  Dan cara mensyukuri nikmat ketaatan yang Allah karunikan pada kita adalah dengan meningkatkan ketaatan serta ketakwaan kita padaNYA. Selalu berdoa padaNYA agar Allah selalu meneguhkan keimanan, ketaatan serta ketakwaan dalam diri kita. Karena Allah bisa saja mengambil nikmat tersebut kapan ia mau, bisa kita lihat diluar sana berapa banyak orang yang paginya beriman sorenya sudah tidak lagi beriman, berapa banyak orang malamnya masih taat pada Allah sementara besok paginya sudah mengingkari Allah. Naudzubillahi min zalik. Semoga Allah jauhkan kita, anak-anak kita, keluargar kita serta saudara-saudara se-iman kita dari perkara yang demikian. Aamiin Ya Allah, Aamiin Ya Rabb.[Uda Agus]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *