Menjadi Penulis Kreatif, Produktif dan Menghasilkan di Era Digital 2

Sebelum membaca ini ada baiknya anda baca dulu bagian pertama dari tulisan ini, disini Menjadi Penulis Kreatif dan Produktif 1 . Kreatif dan produktif adalah 2 kata kunci yang mesti kita pahami jika ingin bergelut di bidang kepenulisan khususnya pada era digital. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadi penulis kreatif, produktif dan menghasilkan di era digital.

Pilih bidang kepenulisan yang akan ditekuni

Banyak ragam bidang kepenulisan seperti menulis fiksi, non fiksi dan faksi. Selain itu menjalaninya pun juga memiliki banyak cara seperti menulis buku lansung dengan nama sendiri, menjadi penulis pendamping untuk orang lain (co-writer) atau membantu menuliskan buku untuk orang lain tanpa tercantumnya nama kita (ghostwriter). Anda bisa memilih salah satu dari sekian banyak ragam kepenulisan.

Memang tidak ada batasan untuk memilih ragam penulisan yang mana, akan tetapi untuk penulis pemula tentu lebih baik memilih satu saja dahulu lalu fokus disana sampai benar-benar menghasilkan.

Menjadi penulis yang melek digital

Untuk menjadi penulis yang berhasil di era digital tentu penulis tersebut haruslah melek dengan dunia digital, mengenal seluk beluk dunia digital seperti sosial media, website dan berbagai jenis platform digital yang menunjang kepenulisan. Seorang penulis harus mampu untuk mengenalkan diri dan karyanya melalui internet. Sebab, di era digital semua orang bisa menulis dan menyebarkan karya-karya ke banyak orang tanpa sekat dan batas wilayah. Ini peluang yang sangat bagus harus dipahami oleh setiap penulis.

Kami pun mencoba memanfaatkan internet untuk mengenalkan buku Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, buku ini diterbitkan secara self publishing dan dijual 99% melalui internet, Alhamdulillah terjual lebih dari 1000 eks dalam waktu kurang dari 1 tahun. Kami melihat penulis-penulis yang lebih jago jualan di internet mampu menjual ribuan sampai puluhan ribu eks dalam waktu yang lebih cepat. Ini fenomena baru dalam dunia perbukuan, dimana penulis tidak lagi melulu berharap pada toko buku untuk membantu menyebarkan karyanya. Tapi bisa menjualnya sendiri.

Kreatif Dalam Membuat Perbedaan

Salah satu karakter dari era digital adalah banjir konten tulisan, sehingga jika kita datang ke toko buku akan menemukan banyak sekali karya-karya yang -sebenarnya- isinya sama hanya berbeda judul dan tagline saja.  Inilah efek era digital, orang dengan cepat bisa melihat buku mana dan seperti apa yang sedang trend lalu cepat-cepat membuat buku sejenis yang dimirip-miripin. Ini memang salah satu strategi  mudah untuk mendapatkan pembaca baru dengan cepat.

Yang menjadi tantangannya adalah bagaimana karya kita menjadi trendsetter dan diikuti oleh banyak orang. Kuncinya tentu harus kreatif membuat perbedaan. Panji Pragiwaksono dalam sebuah pertunjukan stand up comedynya yang bertajuk juru bicara menyampaikan,.

“Sedikit lebih beda, lebih baik dari sedikit lebih baik”

Penulis kenamaan Seth Godin dalam karyanya Purple Cow menuliskan tentang bagaimana pentingnya tentang membuat perbedaan menjadi sapi ungu diantara banyak sapi-sapi putih lainnya.

Berani Memulai

Tulisan ini pertama kali saya tulis judulnya sekitar 3 bulan yang lalu, lanjut 1 bulan setelahnya saya menulis satu paragraf pertama dan baru saya selesaikan pagi ini. Kenapa nggak selesai-selesai ? Karena saya selalu merasa tidak sempurna dan minder saat menulis  hehehe. Tapi pagi ini saya berpikir kalau saya menunggu sempurna terus kapan jadinya tulisan ini ? Kalau menunggu sempurna dulu kapan akan mulai berkarya ?

Saya yakin anda pun merasakan hal ini, saat  menunda untuk menulis sebenarnya bukan anda tidak bisa menulis tapi karena merasa tulisannya tidak layak untuk ditampilkan, benar ?

Untuk itu butuh keberanian memulai, mulai saja dulu nanti pelan perlahan diperbaiki. InsyaAllah dalam prosesnya kita akan belajar, belajar untuk memperbaiki, menyadari mana yang tepat dan tidak dan akhirnya tulisan kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi sempurna ? Tentu tidak, karena tidak ada kesempurnaan dalam sebuah karya kecuali karya yang Maha Sempurna.

Konsisten

Dan, yang terakhir adalah konsisten. Ini adalah kunci untuk produktif. Tidak perlu menulis dalam jumlah yang banyak tapi pastikan anda terus menulis dalam waktu yang lama. Setiap hari, berapapun banyaknya, betapapun lelahnya tetap untuk menulis.

Pada akhirnya saya, anda dan kita semua bisa menjadi penulis. Tinggal pilihan kita saja kapan untuk memulainya, hari ini, besok atau lusa. Anda mau memulainya kapan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *