Menjadi Penulis Kreatif dan Produktif (1)

Hampir 2 tahun saya menjalani kehidupan sebagai penulis, mulai dari menulis buku, menulis artikel, menulis penawaran produk dan juga sebagai penulis buku pesanan, yang istilah kerennya mungkin ghoswriter. Meskipun secara tidak lansung saya sebenarnya sudah mendalami dunia kepenulisan semenjak masa sekolah SMA. Waktu SMA saya pernah diamanahi di bidang humas FSI (Forum Studi Islam) yang aktivitas utamanya adalah menghadirkan buletin, menyiapkan materi untuk majalah dinding dan membuat selebaran kalau ada acara.

Menginjak masa kuliah saat bergabung dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lagi-lagi ketemu dengan aktivitas menulis. Saya pernah menggagas buletin jurusan Matematika dengan nama Buletin Al-khawarizmi, hingga akhirnya menjadi ketua bidang media yang mana disini aktivitas utamanya adalah menerbitkan buletin, menyiapkan majalah dinding, mengelola blog dan hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia kepenulisan. Saya sudah cukup dekat dengan dunia menulis, tapi waktu itu belum ada kesadaran kalau kemampuan menulis itu suatu hal yang sangat berharga. Baik sebagai sarana menebarkan kebaikan maupun jalan untuk mendapatkan rezeki.

Dan, nggak kepikir dulu kalau menulis itu akan menjadi pekerjaan saya. Terbukti saat masa-masa kuliah saya malah sibuk jualan donat, buka usaha mie ayam, buka usaha es kelapa, buka usaha bimbel dan juga EO. Loncat sana kemari yang akhirnya semua usaha-usaha tersebut malah pada sukses semua. Ya, sukses ditutup..hiks.

Hingga kesadaran itu hadir pasca terbitnya buku Indahnya Menikah Tanpa Pacaran awal 2015. Saya merasakan kalau menulis adalah dunia saya, ini adalah jalan perjuangan saya sekaligus jalan untuk mengumpulkan pundi-pundi rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat kesadaran ini muncul saya mengasah kembali kemampuan menulis, meningkatkan agar selalu bertumbuh lebih baik dari hari ke hari.

Selama hampir 2 tahun masa perjuangan nan penuh pembelajaran sebagai seorang penulis saya menemukan dua hal yang cukup penting harus dimiliki oleh setiap penulis. Dua hal tersebut adalah KREATIF dan PRODUKTIF.

Zaman berubah begitu cepat, 10 tahun yang lalu saya mendengar dari banyak penulis, untuk dapat menembus penerbit besar adalah sebuah perjuangan yang sangat berat. Kualitas tulisan benar-benar menjadi kunci utamanya. Saat sudah terbit pun setiap buku akan bersaing dengan ribuan buku lainnya di toko buku. Lagi-lagi disini kualitas tulisan, tokcernya judul dan seberapa memikatnya sampul memiliki peran yang sangat besar untuk menarik minat pembeli hingga akhirnya buku tersebut menang di pasaran dan berhasil menuju rak bestseller. 

Namun saat ini polanya tak lagi seperti itu. Setiap orang bisa dengan mudah menembus penerbit besar, bahkan jika dia tidak mampu menulis sekalipun tetap dia bisa punya karya. Asalkan dia punya target pasar yang jelas entah itu berupa follower di sosial media atau komunitas yang dipimpinnya. Yang penting jelas dulu siapa yang akan membeli bukunya, soal tulisan nanti bisa diatur. Tulisan bisa dituliskan oleh orang lain, bisa dibuat sayembara menulis sehingga 1 buku penulisnya ramai-ramai. Ya, mereka yang seperti ini memenangkan persaingan sebelum masuk toko buku. Bahkan saat calon penulisnya baru bilang akan nulis buku saja, para followernya sudah antri untuk membeli buku tersebut.

Disinilah pentingnya kreatifitas, kreatif dalam menghadirkan konsep tulisan yang baru, renyah, memikat hati pembaca tanpa mengenyampingkan kualitas. Selain itu penulis juga harus kreatif bagaimana agar buku yang ditulisnya sampai pada pembaca, dinikmati banyak orang, istilahnya laris manis di pasaran.

Penulis juga harus produktif, harus siap menghasilkan banyak tulisan berkualitas dalam waktu yang cukup singkat. Karena produktifitas menulis tidak hanya tentang berapa banyak jumlah buku yang akan diterbitkan dalam waktu 1 tahun, tapi juga tentang membuat tulisan-tulisan di berbagai lini media sosial untuk menjalin keakraban dengan pembaca bukunya juga calon pembaca.

Bagaimana untuk menjadi penulis yang kreatif sekaligus produktif ? InsyaAllah saya akan coba bahas apa saja yang dilakukan oleh para penulis kreatif dan produktif dalam edisi kedua tulisan ini. See you !

One thought to “Menjadi Penulis Kreatif dan Produktif (1)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *