Mengenali Calon Istri

Suatu ketika ada seorang bapak yang menghadap Amirul mukminin ‘Umar Ibnul Khattab. Ia mengeluhkan sikap anaknya yang selalu berkata kasar kepadanya dan sering kali memukulnya. Maka ‘Umar pun memanggil anak itu dan memarahinya.

“Celakalah kamu! Tidakkah kamu tahu bahwa durhaka kepada orang tua adalah dosa besar yang mengundang murka Allah ? Bentak ‘Umar.

“Tunggu dulu wahai Amirul Mukminin, jangkau engkau tergesa-gesa mengadiliku. Jikalau seorang ayah memang memiliki hak terhadap anaknya, bukankah si anak juga punya hak terhadap ayahnya? Tanya sang anak.

“Benar…” jawab ‘Umar
“Lantas…apakah hak anak terhadap ayahnya tadi ?” Lanjut sang anak.
“Ada tiga…” jawab ‘Umar. “

Pertama, hendaklah ia memilih caon ibu yang baik bagi puteri dan puteranya. Kedua, hendaklah ia menamainya dengan nama yang baik. Dan ketiga, hendaklah ia mengajarinya menghafal Al-qur’an.

Maka sang anak berkata, “Ketahuilah wahai Amirul mukminin, ayahku tak pernah melakukan satu pun dari tiga hal tersebut. Ia tidak memilih calon ibu yang baik bagiku. Ibuku adalah hamba sahaya buruk berkulit hitam yang dibelinya dari pasar seharga dua dirham, lalu malamnya ia gauli sehingga ia hamil mengandungku ! Setelah aku lahir ayah menamaiku Jua’al (sejenis kumbang), dan ia tak pernah mengajariku menghafal Al-qur’an walau satu ayat!”

“Pergi sana…! engkaulah yang mendurhakainya sewaktu kecil, pantaslah kalau ia durhaka kepadamu sekarang. Bentak ‘Umar kepada ayahnya.

Saat lelaki memilih wanita karena kecantikannya itu hal yang lumrah karena memang fitrahnya manusia menyukai yang lebih baik dan lebih cantik. Tapi dibalik itu semua seorang lelaki memiliki tanggung jawab atas wanita pilihannya, sebab bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga anak-anaknya nanti.

Sebab wanita pilihannya itu akan menjadi ibu bagi anak-anaknya kelak, dan salah satu kewajiban seorang ayah atas anaknya adalah menemukan orang tua yang shaleha untuk putra-putrinya. Ini akan menjadi pertanggung jawaban bagi setiap laki-laki yang akan menikah. Maka penting bagi setiap laki-laki yang akan menikah untuk mengenali terlebih dahulu wanita yang akan dinikahinya. Kenali bagaimana ketaatan dan ketakwaannya pada Allah Swt, kenali bagaimana kesiapannya untuk menjadi seorang istri dan ibu dan kenali juga bagaimana dia diasuh oleh orangtuanya semenjak kecil.

Suatu ketika ada seorang sahabat bertanya, “Bro gimana caranya ya meyakinkan seorang wanita agar mau menikah dengan saya. Saya mencintai wanita itu, tapi dianya belum siap untuk menikah dan menjadi istri. Katanya mau berkarir dulu”

Jawaban saya sederhana, “Gak perlu diyakinkan, cari wanita yang sudah siap menikah dan juga memiliki kesiapan untuk menjadi istri dan ibu”. Menikah dengan orang yang dicintai memang perlu, tapi menikahi wanita yang siap menikah dan bisa menjalankan perannya sebagai istri dan ibu jauh lebih penting. Jika wanita itu menjalankan perannya dengan baik, InsyaAllah cinta akan hadir dengan sendirinya.

Masih tentang mengenali calon istri, Rasulullah Saw bersabda

“Waspadalah kalian terhadap khadra’ ad-diman (daun hijau di kubangan ) !” Para sahabat bertanya, “Apakah khadra’ ad-diman itu ?, wahai Rasulullah ?” Rasulullah Saw menjawab, “Yaitu wanita cantik yang tumbuh di tengah-tengah (keluarga) yang buruk.”
(H.r Al-Qudha’i)

Hadits ini terkait dengan bagaimana wanita itu diasuh oleh keluarganya, Rasulullah mengingatkan kita agar memperhatikan betul bagaimana keluarganya. Menikahi wanita cantik dan memikat hati tentu tak ada larangannya, tetapi menikahi wanita yang baik agamanya, bagus akhlaknya, taat ibadahnya dan cinta kepada keluarganya jauh lebih utama. Semoga kamu segera menemukan wanita terbaik yang akan menemanimu hingga hari tua nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *