Jadi Penulis..

IMG-20150325-WA0000
Cetakan Pertama Buku Indahnya menikah tanpa pacaran Maret 2015

Ketika buku pertama saya  Indahnya Menikah Tanpa Pacaran dan buku ke dua ‪‎Makin Syar’i Makin Cantik terbit dan diterima hangat oleh para pembacanya, tak sedikit yang bertanya.

“Gimana cara menulis buku?”
“Minta tips menulis buku”
“Apa aja yang harus dilakukan agar kita bisa menulis?”

12219406_1480139745627695_2195265657594281096_n
Buku Makin Syar’i Makin Cantik di Gramedia Depok dan Isran (Adik saya)

Sebenarnya saya merasa belum begitu pantas untuk menjawabnya, wong buku juga baru dua..hehe. Tapi karena saya baik hati , insyaaAllah saya akan coba berbagai tentang kepenulisan.

Jujur saya pertama kali bermimpi ingin menulis buku dari tahun 2007 , saat itu sudah mulai menulis meskipun masih tersebar di buletin dan mading FSI (Forum Studi Islam) di sekolah. Tahun 2009 mulai bermimpi lebih serius mau nulis buku, namun belum action apa-apa masih sebatas impian, masih sebatas hanya ingin. Tahun 2010 sudah mulai maju sedikit, tidak hanya impian tapi sudah mulai membuat draft buku, lagi-lagi itu baru sampai pada draft.

Rentang 2009 hingga 2011 saya terlibat di lembaga dakwah kampus fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kebetulan sejak semester pertama saya mendapat amanah untuk berada di bagian media dakwahnya, yang tentu kerjanya nggak jauh-jauh dari dunia tulis-menulis, mulai dari menulis untuk buletin, menulis jarkom (istilah untuk SMS berupa info atau kata mutiara yang disebar), mengelola akun facebook dan juga blog LDK Komda FITK. Oya hampir lupa, di 2009 awal masa perkuliahan saya juga menerbitkan beberapa kali buletin jurusan pendidikan matematika dengan nama buletin Al-khawarizmi. Saya rasa sejak dulu saya memiliki minat dan kecintaan tersendiri pada dunia ini meskipun baru menyadarinya satu tahun belakangan ini.

Tahun 2011, Alhamdulillah saya berhasil menerbitkan ebook dengan judul “Surat Spesial Untuk Sang Juara”, dibagikan via email untuk teman-teman di facebook. Untuk buku?, masih berputar pada konsep dan draftnya paling mentok hanya sampai daftar isi, setelah itu berhenti untuk beberapa lama lalu lanjut dengan daftar isi serta draft buku baru lagi hehe..

Barulah pada 2013 saya seriusi menulis buku pertama sy Khalid bin walid , Alhamdulillah buku ini selesai dalam waktu 2 minggu dan lagi-lagi gagal diterbitkan karena sampai saat ini belum ada penerbit yang mau menerimanya. Pernah suatu ketika di akhir 2013 ada penerbit yang mau menerima, naskahnya sudah dikirim, sudah fix diterima. Namun tiba-tiba dengan sepihak dua hari sebelum naik cetak dibatalkan oleh penerbit dengan alasan bukunya kurang menjual..huftt gagal lagi…

Singkat cerita awal 2015, atas izin Allah SWT terbit buku perdana saya Indahnya Menikah Tanpa Pacaran dan Alhamdulillah buku ini lumayan laris dipasaran dan cetak ulang dalam waktu 6 bulan.

Disini, saya ingin berbagi, beberapa hal untuk bisa menerbitkan buku, yang pertama adalah kita harus memiliki impian yang kuat untuk menjadi penulis, bukan hanya sekadar ingin saja. Tapi benar-benar ingin menjadi. Lalu berkomitmen untuk terus menjaga impian tersebut, meskipun menemui penolakan dan kegagalan, nikmati saja prosesnya.

Yang kedua adalah “Menulis”, ya, menulis. Banyak orang ingin jadi penulis tapi malas menulis, kerjaannya nanya terus, nanya gimana cara jadi penulis, tak terasa waktu berlalu udah 5 tahun bahkan 10 tahun namun bukunya belum juga jadi-jadi hehe (*Pengalaman masa lalu).

Tulis apa yang disukai, tulis yang diinginkan, tulis apa yang menjadi kegelisahan, tulis prestasi-prestasi kita, tulis kegagalan kita atau tulis apapun yang bisa ditulis. Terkadang banyak yang bilang nggak punya ide untuk tulisan, padahal ide-ide itu ada dimana-mana, tergantung kitanya saja mau ngambil atau tidak. Setelah ide itu diambil maka tugas selanjutnya tuliskan, tulis aja terus mau jelek atau jelek banget sekalipun. Yang namanya juga baru belajar ya pasti nggak akan lansung bagus, belajar sambil jalan, InsyaAllah akan terbukalah jalannya.

Nah, kurang lebih begitulah ceritanya. Oya saya juga sering kok di tolak tulisan saya bahkan bulan januari 2016 ini saya menerima 3 kali penolakan (bisa baca disini kisahnya : Ditolak itu nikmat )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *