Di tolak itu nikmat..

Tema tulisan kita kali ini adalah penolakan, saya tertarik ingin menulis tentang penolakan ini karena setidaknya di awal 2016 ,Alhamdulillah telah anugerahi 3 penolakan. Yang menurut saya ini seru dan ingin saya bagikan kepada sahabat semua. Dan harapan saya tulisan ini bisa menjadi penawar kegalauan sahabat semua, terutama yang habis di tolak cinta, ops. Tenang aja, saya juga pernah ngerasain kok, kalau istilahnya orang china mah amsiong , gugling sendiri ya artinya hehe.

Tapi ditulisan ini saya nggak akan cerita tentang cinta yang ditolak ya, lha wong udah ada yang menerima cinta saya hm…hm..*Ngelirik yang lagi datang bawain minum.

Jadi ceritanya di tahun 2016 ini saya membuat resolusi yang isinya lebih fokus pada dunia penulisan dan membesarkan toko buku online www.ghazibookstore.com . Karena sampai saat ini menurut saya ini pekerjaan yang “gue banget” , yang sebenarnya sudah dilakukan sejak 2009 dan ternyata baru saya sadari satu tahun terakhir. Saya menyadari menulis adalah cara sederhana untuk berbagi kebaikan ke lebih banyak orang tentang apa yang saya tau, tentang sesuatu yang menjadi keresahan hati saya, tentang impian dan harapan saya. Selain itu, menulis juga profesi yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan dimana saja sembari menikmati saat-saat terbaik bersama keluarga.

Saya coba search peluang-peluang penghasilan dari menulis, alhasil saya menemukan banyak sekali peluangnya seperti dari menulis kontent untuk website (apalagi ini sangat dibutuhkan di era digital), menjual jasa penulisan sebagai co-writer atau ghost writer, menulis iklan, menulis pidato pemerintah dan lain sebagainya, banyak deh pokoknya. Cuman agar pekerjaan ini tetap menjadi sesuatu hal yang dinikmati dan tulisan yang lahirpun dari hati dan sampai ke hati pembaca sayapun memegang prinsip akan menulis hal-hal yang memang saya sukai, hal-hal yang menjadi keresahan saya dan hal-hal yang jika saya tulis memiliki dampak positive bagi pembacanya.

Dan, di januari 2016 kemaren sayapun rajin gugling tentang peluang-peluang kepenulisan lepas, selain untuk mengasah skill menulis dan menambah jam terbang tentu sebagai jalan rezeki juga bagi kami. Sebenarnya dari februari 2015 saya sudah dipercaya untuk jadi kontributor di website brand hijab milik sahabat saya, yang secara tak lansung telah memaksa saya untuk menulis setiap hari, dan tentu ini menjadi titik awal serta pengalaman yang sangat berharga bagi saya.

Ketika mencari-cari peluang kepenulisan lepas di internet inilah saya mengalami penolakan-penolakan. Berikut sengaja saya lampirkan screen shootnya.

Penolakan pertama
Penolakan pertama dari salah satu jasa penyedia penulis konten

Lihat, tanda yang saya kasih garis merah . Ada tulisan kali ini , nah berarti kan masih ada kesempatan lagi. Dua hari  selanjutnya saya mencoba mengirim tulisan lagi sebagai seleksi untuk menjadi penulis freelance , dan akhirnya lagi-lagi di tolak,hehe.

penolakan 222
Ini adalah keterangan penolakan untuk yang ke-2 kalinya.

Ya, saya ditolak. Namun disini ada pembelajaran berharga yang saya dapat tentang kepenulisan terutama tentang pentingnya ejaan, eyd, hal penting menulis di artikel yaitu menulis artikel nggak sama dengan menulis buku. Kalau menulis buku, kita bisa mengharapkan editor untuk mempercantik tulisan kita, sementara dalam menulis artikel kita sendirilah yang menjadi penulis sekaligus editornya.

Penolakan selanjutnya adalah penolakan atas sinopsis tulisan yang saya kirim pada salah satu penerbit mayor di indonesia, sebenarnya ini penerbit sudah pernah “php-in” saya di tahun 2013 lalu, janji mau terbitin eh membatalkannya H-3 sebelum naik cetak, nyesek nggak tuh? kayak udah deal mau nikah eh ngebatalin pas mau akad, hahaha. Tapi mencoba nggak ada salahnya toh, nggak berjodoh ditahun 2013 bisa jadi kali ini berjodoh.

Akhirnya ngobrollah via whatsapp dengan editornya, ngasih tau kalau punya naskah dengan tema anak muda. Si mas editorpun minta dikirimin sinopsis dan daftar isinya dulu. Setelah dikirimin via email, beberapa hari nggak ada kabar, akhirnya sayapun iseng nanyain. Dan….jawabannya adalah. (lihat dibawah ini)

12695945_1158189467533768_2086587396_n
di tolak lagi…

Ya, sinopsis dan daftar isi yang saya kirim akhirnya secara halus ditolak (lagi), sebenarnya selain tulisan naskah diatas, bulan januari kemaren saya juga mengirim naskah ke salah satu penerbit mayor juga. Sampai saat ini masih belum ada kabar dari editornya, bagaimana hasilnya apakah akan ditolak atau diterima nanti akan saya tuliskan lagi di blog ini, InsyaAllah.

Mungkin banyak diantara kita merasakan penolakan itu bikin eneg, menyesakkan, membuat sakit hati, bahkan tak sedikit yang putus asa hingga bunuh diri gara-gara penolakan. Namun bagi saya penolakan itu nikmat, jikapun ia pahit maka pahitnya adalah pahitnya jamu, pahit namun menyehatkan. Dan, sejatinya kita membutuhkan penolakan-penolakan untuk menguji seberapa besar kualitas kita, seberapa besar keyakinan kita, seberapa besar kesabaran kita, dan seberapa besar keseriusan kita.

Dan, dengan penolakan kita juga bisa mengetahui mana orang-orang terbaik yang benar-benar Allah kirim untuk kita. Orang-orang yang mau menerima ketidaksempurnaan kita dengan sempurna, orang-orang yang mampu menatap harapan yang berbinar dalam pandangan kita. Mereka adalah orang-orang yang bersabar atas kita, rela tertatih menemani kita hingga bisa berlari. Lama atau lambat, suatu saat nanti Allah akan mengirimkan orang-orang seperti itu untuk kita. Boleh jadi dia adalah sahabat terbaik kita, boleh jadi dia adalah pasangan hidup kita, boleh jadi dia adalah partner kerja atau bisnis kita.

Dan, kita tak akan menemukan orang-orang terbaik tersebut jika tidak melewati banyak tantangan-tantangan salah satunya adalah penolakan. So, jika hari ini kamu seorang anak muda yang sedang berkarya dan karyamu ditolak maka nikmatilah dan syukurilah penolakan itu. Karena tak ada kesuksesan tanpa penolakan, hatta manusia terbaik di bumi inipun, sang teladan kita nabi besar Muhammad SAW mengalami banyak penolakan-penolakan.

Nah, kalau cinta yang di tolak gimana? kalau yang itu solusinya banyakin makan buah kedondong aja hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *